BANDA ACEH, tniad.mil.id – Program pembangunan jembatan Armco di wilayah Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan progres signifikan sebagai bagian dari upaya peningkatan konektivitas dan percepatan pembangunan di Provinsi Aceh. Hingga Kamis (19/3/2026), capaian di lapangan terus bergerak positif di berbagai titik pembangunan.

Dari total 105 titik yang direncanakan, sebanyak 40 titik telah menyelesaikan tahap Detail Perencanaan Teknis (DPT), satu titik masih dalam proses, dan tiga titik telah rampung pemasangan fisik. Selain itu, 38 titik berada dalam tahap mobilisasi, sementara 23 titik lainnya masuk rencana pelaksanaan sesuai komando atas.

Pembangunan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Bireuen, hingga Aceh Utara. Pada tahap I dan II, seluruh titik telah menyelesaikan DPT 100 persen, menandakan kesiapan teknis untuk memasuki konstruksi fisik. Infrastruktur tersebut umumnya merupakan akses vital penghubung antar desa hingga jalur strategis, termasuk lintas Medan–Banda Aceh.

Memasuki tahap III, sebagian titik mulai memasuki pemasangan fisik. Di Kabupaten Aceh Utara, progres di Desa Cot Girek mencapai 80 persen dan Desa Blang Aman 40 persen, sementara satu titik di Bener Meriah masih dalam tahap DPT dengan capaian 45 persen.
Mayoritas pembangunan jembatan Armco berada di wilayah terdampak bencana, sehingga keberadaannya menjadi solusi strategis dalam memulihkan akses transportasi masyarakat. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas, distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
Kodam Iskandar Muda melalui satuan jajaran terus mengawal percepatan pembangunan dengan mengedepankan sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, guna memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai standar.
Dengan progres yang terus meningkat, pembangunan jembatan Armco ini diharapkan segera terealisasi secara menyeluruh, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah di Aceh.
Andi Muksin Adiwijaya – (Dispenad)





