Minggu, Mei 17, 2026
Lintas 8
  • Home
  • Aparatur Negara
    • Militer
    • Polri
    • Sipil
  • Polhukam
    • Partai
    • Hukum
    • Keamanan
    • Telik Sandi
  • Ekobis
    • Kuliner
    • UMKM
    • Travel
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Teknologi
  • Ragam
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
  • Home
  • Aparatur Negara
    • Militer
    • Polri
    • Sipil
  • Polhukam
    • Partai
    • Hukum
    • Keamanan
    • Telik Sandi
  • Ekobis
    • Kuliner
    • UMKM
    • Travel
    • Olahraga
    • Kesehatan
  • Teknologi
  • Ragam
No Result
View All Result
Lintas 8
Home Aparatur Negara

Laris Manis Tanjung Kimpul, Batu Bara Laris, Harganya Makin Ngebul

Andi Muksin Adiwijaya by Andi Muksin Adiwijaya
17 Mei 2026
in Aparatur Negara, Ekobis, Ekonomi
0
Laris Manis Tanjung Kimpul, Batu Bara Laris, Harganya Makin Ngebul
0
SHARES
4
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Indonesia – Harga batu bara dunia mengalami fluktuasi sepanjang pekan ini, namun mampu mencatatkan kinerja positif. Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara acuan new castle pengiriman dua bulan tercatat di US$136,5 per ton atau naik 1,52% secara mingguan. Hasil positif tersebut utamanya karena dorongan di akhir perdagangan pekan ini yang melesat 2,32%.

Salah satu sentimen yang mendorong harga batu bara adalah adanya kabar positif dari India. Pemerintah India menyetujui skema senilai 375 miliar rupee atau sekitar US$3,92 miliar untuk mendorong proyek gasifikasi batu bara. Menteri Informasi India Ashwini Vaishnaw mengatakan kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan India terhadap bahan bakar impor, sekaligus mengarahkan batu bara domestik ke penggunaan industri yang lebih bersih.

Related posts

Dirdik Kodiklatad Pimpin Lepas Sambut Warga Sdirdik, Perkuat Soliditas dan Semangat Pengabdian

Dirdik Kodiklatad Pimpin Lepas Sambut Warga Sdirdik, Perkuat Soliditas dan Semangat Pengabdian

17 Mei 2026
Dankodiklatad Hadiri Seminar Nasional di Seskoad, Bahas Transformasi TNI AD Menuju Kekuatan Strategis Modern

Dankodiklatad Hadiri Seminar Nasional di Seskoad, Bahas Transformasi TNI AD Menuju Kekuatan Strategis Modern

17 Mei 2026

Gasifikasi batu bara merupakan proses mengubah batu bara menjadi gas sintetis. Gas ini dapat digunakan untuk pembangkit listrik, pupuk, petrokimia, dan berbagai kebutuhan industri lainnya. Kebijakan ini diharapkan bisa menekan impor liquefied natural gas atau LNG, urea, amonia, dan metanol India. Hal ini menjadi penting karena impor gas India ikut terdampak krisis di Timur Tengah. India memiliki salah satu cadangan batu bara terbesar di dunia, yakni sekitar 401 miliar ton dan cadangan lignit sebesar 47 miliar ton.

Pemerintah India menargetkan gasifikasi sekitar 75 juta metrik ton batu bara per tahun. Skema tersebut juga diperkirakan dapat menarik investasi sekitar 3 triliun rupee. Dalam rencana tersebut, pemerintah akan memberikan bantuan keuangan sekitar 20% dari biaya pabrik dan mesin. Kabar ini menjadi angin segar bagi pasar batu bara karena dapat memperluas basis permintaan India. 

Dengan gasifikasi, batu bara tidak hanya diserap oleh pembangkit listrik, tetapi juga masuk ke kebutuhan industri seperti pupuk, petrokimia, dan bahan bakar sintetis. Artinya, konsumsi batu bara India berpeluang tetap besar dalam jangka menengah.

Sebelumnya, harga batu bara dunia telah ambruk tiga hari beruntun sejak Selasa hingga Kamis pekan ini dan mencatatkan pelemahan 2,2% yang dipengaruhi oleh pudarnya sentimen kenaikan harga gas alam.

Harga gas alam turun dari level tertingginya setelah Donald Trump dan Masoud Pezeshkian menyepakati gencatan senjata, meskipun situasinya masih rapuh. Selain itu, laporan menunjukkan bahwa ADNOC tetap mampu mengirim sebagian kargo LNG meskipun terjadi blokade di Selat Strait of Hormuz. Harga gas alam Eropa turun0,6% pada perdagangan Kamis kemarin. Meski demikian, ketatnya pasokan LNG global membuat harga kontrak berjangka batu bara termal masih berada lebih dari 20% lebih tinggi sejak awal tahun. Peralihan penggunaan bahan bakar bahkan lebih signifikan di Jepang dan Korea Selatan, dua konsumen utama batu bara termal berkualitas tinggi dari Australia.

Sementara itu, pasar batu bara kokas China tetap kuat karena stok di tambang terus menurun. Kondisi ini terjadi akibat kombinasi dari pembatasan pasokan di daerah penghasil utama, terutama di Provinsi Shanxi serta inspeksi keselamatan dan pengawasan produksi yang membatasi output tambang.

Harga juga masih ketat karena pembelian aktif dari pabrik kokas dan trader, yang mempercepat penyerapan stok dan ekspektasi kenaikan harga kokas, yang mendukung permintaan bahan baku. 

Akibatnya, meskipun sektor baja menghadapi tekanan, stok yang terbatas di tambang membuat harga batu bara kokas tetap bertahan. Inventori batu bara kokas di tambang-tambang China juga dilaporkan turun ke level terendah dalam beberapa bulan. Menurut survei Mysteel terhadap 523 tambang, stok turun menjadi sekitar 5,37 juta ton, level terendah sejak awal Januari 2026.

China adalah konsumen batu bara kokas terbesar dunia. Jika pasokan domestik ketat maka China dapat meningkatkan impor dari Australia, Mongolia, Rusia, dan Kanada. Kondisi ini bisa mengerek harga batu bara kokas global.

Redaksi

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com

Previous Post

Dirdik Kodiklatad Pimpin Lepas Sambut Warga Sdirdik, Perkuat Soliditas dan Semangat Pengabdian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BROWSE BY CATEGORIES

  • Aparatur Negara
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Ekobis
  • Ekonomi
  • Foto & Peristiwa
  • Hukum
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Luar Negeri
  • Militer
  • Olahraga
  • Opinion
  • Polhukam
  • Politik
  • Politik
  • Polri
  • Ragam
  • Sipil
  • Sosial
  • Teknologi
  • Telik Sandi
  • Travel
  • UMKM
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Laris Manis Tanjung Kimpul, Batu Bara Laris, Harganya Makin Ngebul
  • Dirdik Kodiklatad Pimpin Lepas Sambut Warga Sdirdik, Perkuat Soliditas dan Semangat Pengabdian
  • Dankodiklatad Hadiri Seminar Nasional di Seskoad, Bahas Transformasi TNI AD Menuju Kekuatan Strategis Modern
  • 428 Siswa Secaba Rindam V/Brawijaya, Resmi Menyandang Pangkat Sersan Dua
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kasad Hadiri Panen Raya Kedelai di Nganjuk
  • Pomdam XIII/Merdeka Gagalkan Dugaan Penyalahgunaan 4,7 Ton BBM Subsidi
  • Kodim 1417/Kendari Hadir di Tengah Kesulitan Masyarakat
  • Pertama di Indonesia, Kodam XIV/Hasanuddin Sukses Kukuhkan 500 Komcad ASN Sulsel
  • Pangdam III/Slw Hadiri Launching KDKMP Bersama Presiden RI

Recent News

  • Laris Manis Tanjung Kimpul, Batu Bara Laris, Harganya Makin Ngebul
  • Dirdik Kodiklatad Pimpin Lepas Sambut Warga Sdirdik, Perkuat Soliditas dan Semangat Pengabdian
  • Dankodiklatad Hadiri Seminar Nasional di Seskoad, Bahas Transformasi TNI AD Menuju Kekuatan Strategis Modern

Category

  • Aparatur Negara
  • Bisnis
  • Edukasi
  • Ekobis
  • Ekonomi
  • Foto & Peristiwa
  • Hukum
  • Keamanan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Luar Negeri
  • Militer
  • Olahraga
  • Opinion
  • Polhukam
  • Politik
  • Politik
  • Polri
  • Ragam
  • Sipil
  • Sosial
  • Teknologi
  • Telik Sandi
  • Travel
  • UMKM
  • Uncategorized

Recent News

Laris Manis Tanjung Kimpul, Batu Bara Laris, Harganya Makin Ngebul

Laris Manis Tanjung Kimpul, Batu Bara Laris, Harganya Makin Ngebul

17 Mei 2026
Dirdik Kodiklatad Pimpin Lepas Sambut Warga Sdirdik, Perkuat Soliditas dan Semangat Pengabdian

Dirdik Kodiklatad Pimpin Lepas Sambut Warga Sdirdik, Perkuat Soliditas dan Semangat Pengabdian

17 Mei 2026
  • Tentang

© 2025 Lintas8

No Result
View All Result
  • Home
  • Aparatur Negara
  • Polhukam
  • Ekobis
  • Teknologi
  • Ragam

© 2025 Lintas8

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In