PALANGKA RAYA – Tim Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat di Aula Kantor Kecamatan Pahandut, Jalan Diponegoro, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para perwira tinggi TNI, unsur Kodim 1016/Palangka Raya, Camat Pahandut Said Zain Bachsin, S.STP., M.AP., enam lurah se-Kecamatan Pahandut, para ketua RT/RW, relawan serta sekitar 100 masyarakat. Sosialisasi ini dinilai strategis sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan karhutla sekaligus memperkuat sinergi TNI dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana asap.

Brigjen TNI Zulkifli, S.I.P., M.A.P., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut petunjuk pimpinan, dalam hal ini Presiden dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), untuk memberikan pengarahan sekaligus menyerap berbagai masukan dari unsur terkait di daerah. Menurutnya, langkah pencegahan dan antisipasi harus menjadi prioritas, mengingat Kalimantan Tengah memiliki potensi bencana karhutla yang perlu diwaspadai sejak dini.
Sementara itu, Brigjen TNI Kris Doni Indriarto, S.I.P., dalam pemaparannya menjelaskan konsep segitiga api yang terdiri dari bahan bakar, sumber panas, dan oksigen. Ia juga mengingatkan bahwa faktor manusia masih menjadi salah satu penyebab utama karhutla, antara lain pembukaan lahan dengan cara tebas-bakar, pembakaran sampah tanpa pengawasan, serta kelalaian dalam memadamkan api.
Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan dampak karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, ekonomi, transportasi, pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat. Brigjen TNI Eko Putra Hadi Prasetyo, S.H., M.H., M.PaCS., menyampaikan bahwa upaya penanggulangan terus dilakukan, salah satunya melalui pembangunan sumur bor sebagai sumber air untuk mendukung pemadaman karhutla. Hingga saat ini, telah tersedia 49 titik sumur bor di Kalimantan Tengah dan 19 titik di Kalimantan Selatan. Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat dan membutuhkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pencegahan serta penanggulangan karhutla.
Sementara itu, warga Pahandut, Sudarmono, menyampaikan sejumlah masukan kepada tim Mabesad, di antaranya perlunya penyediaan sumber air atau hydrant yang dapat digunakan sewaktu-waktu serta ketersediaan peralatan pemadam di tingkat RT/RW. Ia juga berharap adanya dukungan peralatan bagi tim relawan, seperti selang, mesin pemadam dan bahan bakar minyak (BBM). Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tingkat lingkungan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, relawan dan masyarakat diharapkan semakin solid sehingga pencegahan karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat, terpadu dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah.
Khadijah Al-Waqi’ah




