Makassar – Guna mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergi dan peran serta elemen masyarakat dalam menyosialisasikan penerimaan prajurit TNI, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menerima audiensi sejumlah perwakilan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan komunitas ojek online (Ojol).

Di antaranya Daeng Mail dari Persaudaraan Mitra Makassar (PMM), Agung Awan dari The Legend 120, Andi Baso Fadli Husein dari Garda Bela Negara Nasional (GBNN), serta Erika Tansil dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Tamu Pangdam, Makodam, Jl. Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jumat (6/11/2026).

Pada audiensi tersebut, Pangdam menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung sosialisasi penerimaan prajurit TNI, sehingga kesempatan pengabdian kepada bangsa dan negara dapat diketahui secara luas oleh generasi muda.

Ia menegaskan bahwa setiap anak bangsa memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengabdikan diri melalui TNI maupun Polri. Selain itu, kebijakan rekrutmen di wilayah Kodam XIV/Hsn juga memberikan perhatian kepada anak-anak yatim piatu agar memiliki kesempatan menjadi prajurit sekaligus tulang punggung keluarga. “Bagi saya, semua anak bangsa mempunyai hak yang sama untuk memilih jalan pengabdiannya, salah satunya melalui TNI. Bagi anggota Ormas maupun Ojol yang berminat bergabung menjadi prajurit, kami membuka kesempatan seluas-luasnya. Perlu diketahui, rekrutmen TNI itu gratis, tidak dipungut biaya apa pun,” tegas Pangdam.

Pangdam juga mengajak para tokoh menjadi mitra dalam menyosialisasikan penerimaan prajurit TNI kepada masyarakat, terlebih dengan proses pendaftaran dan validasi yang kini dilaksanakan secara online serta batas usia pendaftaran yang telah bertambah menjadi 26 tahun. Ia sekaligus menegaskan komitmennya memberantas mafia werving dan meminta masyarakat berani melaporkan setiap indikasi pelanggaran.
“Saya akan perangi mafia werving, tetapi saya tidak bisa bertempur seorang diri. Praktik ini sering bermain di lorong-lorong dan ruang-ruang gelap, sehingga diperlukan keberanian masyarakat untuk memberikan informasi dan laporan. Apabila ditemukan anggota yang terlibat, pasti akan saya tindak tegas,” tandasnya. Pangdam berharap sinergi bersama Ormas dan komunitas dapat menjadi jembatan informasi bagi masyarakat, sehingga semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan secara adil, transparan, dan tanpa biaya untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pengabdian sebagai prajurit TNI.
Khadijah Al-Waqi’ah




