
Usai acara pemberian motivasi, Pangdam memborong 500 buah buku berjudul “Aku Prajurit, Aku harus Bangkit” dalam melawan Tumor, yang mengisahkan perjuangan dan semangat Sertu (K) Rizka Nurjanah melawan penyakit kanker otak, untuk dibagikan kepada Kowad di seluruh Jajaran Kodam III/Siliwangi. Pangdam pun memberikan tali asih dan hadiah kepada Rizka Nurjanah beserta ibunya untuk menunaikan ibadah Umroh.
Mengakhiri pengarahannya, Pangdam berpesan kepada seluruh Kowad di jajaran Kodam III/Slw agar momen hari ini dijadikan suatu motivasi yang kuat dalam diri sendiri dan tetap menjalin kebersamaan tanpa melihat materi juga jabatan.

Di tempat yang sama dr. Gustrin Oktaviayu, M.M., yang akrab disapa Ayu, mengatakan bahwa menulis buku yang berjudul “Aku Prajurit, Aku harus bangkit” merupakan pengalaman pertama dalam menulis tentang biografi kesehatan yang merupakan cita-citanya sejak kecil.
Ia menambahkan, hal yang paling menarik dalam penulisan buku tersebut menurutnya, adalah semangat juang, kegigihan dan kekuatan umumnya ada pada tentara laki-laki, namun setelah dirinya menyelami dan menulis kisah Sertu (K) Rizka Nurzanah, persepsinya berubah, ternyata tidak hanya tentara laki-laki saja yang mempunyai karakter seperti itu, namun Kowad juga memiliki semangat juang, kegigihan yang tidak kalah hebatnya dari tentara laki-laki.

Turut hadir pada acara tersebut, Kapok Sahli Pangdam III/Slw, Asrendam, Aslog Kasdam III/Slw, Kahubdam, Kabekang, Kapaldam, Kazidam, Kainfolahtadam III/Slw, Dandim 0608/Kota Bandung, Ketua dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Slw.
Andi Muksin Adiwijaya