Puncak — Di balik sejuknya udara pegunungan Papua, Satgas Yonif 700/WYC kembali hadir menyapa masyarakat dengan penuh ketulusan. Melalui Pos Wuloni, para prajurit melaksanakan kegiatan Binter terbatas berupa anjangsana ke Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sertu Tono bersama personel pos, dengan semangat untuk merajut kedekatan dan kebersamaan, (23/08/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Satgas tidak hanya bersilaturahmi dan bercengkerama, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan. Obat-obatan dibagikan, luka-luka diperiksa, dan warga yang sakit mendapat penanganan langsung. Kehadiran prajurit yang ramah membuat masyarakat merasa aman dan diperhatikan.

Senyum ceria semakin merekah dari wajah anak-anak Kampung Wuloni ketika para prajurit membagikan buku bacaan dan alat tulis. Anak-anak yang biasanya jarang mendapatkan perhatian pendidikan kini bisa menikmati buku baru yang menumbuhkan semangat belajar mereka.
Danpos Wuloni, Lettu Inf I Made Mertiana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Satgas Yonif 700/WYC terhadap masyarakat.
“Melalui anjangsana, pelayanan kesehatan, dan pembagian buku, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Satgas bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjaga kehidupan dan harapan masyarakat. Anak-anak Papua adalah penerus bangsa, mereka harus mendapat dukungan untuk terus belajar dan bermimpi,” tegasnya.
Rasa syukur juga datang dari warga. Mama Dely, salah satu tokoh perempuan Kampung Wuloni, mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan mata berkaca-kaca.
“Kami sangat senang Satgas datang ke kampung ini. Anak-anak kami diberikan buku, mereka senang sekali. Kami juga diberi obat dan diperiksa kesehatannya. Terima kasih banyak, TNI selalu hadir bersama kami. Semoga Tuhan menjaga mereka dalam setiap tugasnya,” ucap Mama Dely dengan penuh haru.
Kegiatan sederhana namun penuh makna ini kembali membuktikan, Satgas Yonif 700/WYC bukan hanya prajurit penjaga perbatasan dan keamanan, melainkan juga sahabat, pengayom, dan bagian dari keluarga besar masyarakat Papua. Dari pelayanan kesehatan hingga hadiah buku untuk anak-anak, prajurit dan rakyat duduk sejajar dalam bingkai kasih dan persaudaraan.
Fachrully Nurfill